10 Tips Memilih Jurusan Kuliah, Psikolog: Ortu Perlu Open Minded

Jakarta – Menurut ilmu psikologi perkembangan anak, memilih jurusan kuliah bisa dimulai dari mengamati ketertarikan siswa. Psikolog Saskhya Aulia Prima menjelaskan, orang tua dapat memantau apa yang gemar dilakukan oleh anaknya serta perkembangan terbaru saat ini.

Selain itu Saskhya menerangkan, kelak bahkan bisa jadi muncul pekerjaan atau jurusan baru.

“Ke depannya bisa jadi ada profesi atau pekerjaan, bahkan jurusan yang baru ada,” kata Saskhya dalam webinar Media Briefing Sampoerna Academy Edufest 2022, Jumat (11/02/2022).

Baca juga:
Siswa Jangan “Latah”, Ini 5 Kunci Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

Di samping Saskhya, Mustafa Guvercin selaku School Director Sampoerna Academy turut memberikan pandangannya terkait memilih jurusan kuliah. Bagi para siswa maupun orang tua yang tengah mempersiapkan pendaftaran SNMPTN, SBMPTN, hingga jalur Mandiri 2022, simak rangkuman tips dari keduanya!

10 Tips Memilih Jurusan Kuliah

1. Lihat apa yang siswa gemar lakukan saat ini.

2. Orang tua perlu menggali perkembangan terbaru saat ini, sebab bisa jadi banyak profesi dan jurusan yang akan muncul di masa depan.

3. Konsultasi ke psikolog untuk melihat kecenderungan siswa. Hal yang perlu dicermati dalam hal ini adalah minat dan kemampuan.

4. Apabila berminat pada suatu jurusan, tetapi kemampuan kurang, maka bisa mencari jurusan yang serupa namun bobotnya lebih ringan.

5. Jangan mempertimbangkan jurusan ketika sudah di kelas 12.

6. Orang tua bisa menanyakan kepada anak tentang cita-cita mereka.

7. Siswa harus mengalami sendiri, apa saja hal yang menjadi minat/passion mereka.

8. Orang tua maupun siswa dapat berkonsultasi pada guru konseling di sekolah serta melakukan riset sendiri.

9. Orang tua perlu berkomunikasi dengan anak secara berulang-ulang.

10. Biarkan para siswa melihat berbagai opsi, peluang, dan apa yang mereka sukai.

Baca juga:
10 Jurusan Kuliah Ini Selalu Dibutuhkan di Dunia Kerja, Ada Pilihan Kamu?

“Nantinya yang akan menjalankan itu mereka dan mereka akan hidup di zaman yang mereka lebih tahu daripada kita,” ujar Saskhya.

Menurutnya, sering terjadi ketidaksetujuan antara orang tua dan siswa karena para orang tua sudah memiliki pengalaman tentang apa yang bisa membuat mereka sukses. Sementara, zaman yang dialami para remaja prakuliah sudah berbeda.

“Open minded aja untuk sesuatu yang bisa jadi opportunity mereka ke depan,” imbuhnya.

Mustafa menyampaikan, yang perlu ditegaskan dalam memilih jurusan kuliah adalah hal ini merupakan sebuah proses. Terlebih lagi, pada saat ini dan hari berikutnya, siswa bisa jadi berganti pikiran mengenai bidang apa yang ingin digeluti.

“Cermati prosesnya, sabar, dan lakukan dialog dengan anak dan pihak sekolah,” ucap Mustafa.

Simak Video “Lebih Penting Passion atau Bakat?”

(nah/row)

jurusan
kuliah
siswa
prodi
pendidikan
sma
psikolog

About admin

Check Also

Bukumimpi 2d

Bukumimpi 2d

Buku mimpi – erek erek 2D 3D 4D. Written By Buku Mimpi Tuesday June 16 …